Manisnya Iman Seorang Wanita

Emak-emak galau sering nih mengeluhkan ini. Apa? Hihi… Itu, nganu, soal jarangnya bisa mengerjakan sholat malam, membaca Al-Qur’an, dan ibadah lainnya setelah menikah. Padahal ternyata nggak ada yang cuma-cuma. Adem deh habis baca tulisan di bawah ini. Saya kutip dari telegram sahabat ayah.

Seorang wanita berkata, “Dahulu, aku rajin berpuasa dan shalat malam. Aku pun mendapatkan kelezatan ketika membaca Al-Qur’an. Tapi, sekarang aku kehilangan manisnya ketaatan yang biasa aku lakukan.”

Wanita itu pun bertanya kepada seorang Syaikh. Ia pun berkata,

“Wahai Syaikh, sebelum aku menikah, aku adalah seorang yang rajin melaksanakan puasa dan shalat malam. aku pun mendapatkan kelezatan ketika membaca Al-Qur’an. Sekarang aku kehilangan manisnya hal-hal tersebut.”

Syaikh itu pun menjawab, “Baiklah, sekarang aku ingin bertanya: Bagaimana perhatianmu terhadap suamimu?”

Wanita tadi menjawab, “Wahai Syaikh, aku bertanya kepadamu tentang membaca Al-Qur’an, puasa, shalat, dan manisnya ketaatan, sedangkan engkau bertanya perihal suamiku?”

Syaikh menjawab, “Baiklah wahai ukhti. Masalahnya adalah, kenapa sebagian wanita tidak mendapatkan manisnya iman, kelezatan melaksanakan ketaatan, dan pengaruh dari ibadah yang dia lakukan?

Dengarkanlah sebabnya!”

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺠِﺪُ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓُ ﺣَﻠَﺎﻭَﺓَ ﺍﻟْﺈِﻳْﻤَﺎﻥِ ﺣَﺘَّﻰ ﺗُﺆَﺩِّﻱ ﺣَﻖَّ ﺯَﻭْﺟِﻬَﺎ

“Tidaklah seorang wanita mendapatkan manisnya iman sampai ia melaksanakan hak-hak suaminya.” (Shahih at-Targhib wat Tarhib, no. 1939)

(Ustadz Mazin Al-Bahshali Al-Bairuti dengan ringkas)

Noted!

Advertisements

Di Saat Wanita Lain….

Telolet! Reminder, nemu tulisan ini di facebook. Ngarsip lagi aaah..

​Disaat wanita lain begitu khawatir dengan peralatan make-up yang mulai habis, dia lebih khawatir jika dia lupa menggunakan kaos kaki ketika pergi.
Disaat wanita lain begitu khawatir lipstiknya terlewat merah, dia lebih khawatir jika dia menggunakan kerudung yang begitu pendek, tipis yang begitu menerawang dipandang umum.

Disaat kebanyakan wanita begitu khawatir followersnya semakin sedikit, dia lebih khawatir jika dia lupa memakai manset, yang membuat tangannya tampak ketika lengan bajunya terangkat.

Disaat semua wanita begitu khawatir paket internetnya habis, dia lebih khawatir jika dia lupa menggunakan celana setelah rok atau gamis yang bisa membuat kakinya terlihat ketika naik motor, naik tangga atau tersibak angin.

Mungkin banyak yang bertanya

“Itu dia kok jadi berubah gitu sih ?”

“Liat deh, isi postingannya dakwah mulu dimana-mana. Ikut-ikut aliran kali tuh.”

atau

“Itu anak kenapa sih ? Kok sekarang jadi sok alim gitu ya ? 

Padahal kan dulunya mah… Bla… Bla.. Bla…”

Dia kini telah berubah ? Bukan berarti gak bisa tampil gaul, bukan gak ingin seperti yang lain,

Nggak.. Dia sebenarnya nggak berubah but she grew up.

Dia mengerti betapa singkatnya hidup ini, dia tahu rumahnya bukan di dunia, tapi di sana, dan dia tahu dia bisa mencapai kebahagiaan hanya dengan menyenangkan Allah dan dia sedang merasakan manisnya beribadah hanya untuk Allah.

By. Hafidz Hanifudin

#notetomyself #muhasabahdiri #selfreminder #nasehatdiri

Chemistry Penyatuan Jiwa Dalam Keluarga

Alhamdulillah banyak banget manfaat yang saya peroleh sejak bergabung di grup whats app Wonderful Parenting. Terutama mengenai hubungan dengan pasangan. Salah satunya tentang chemistry. Kunci tercapainya chemistry yang diramu Pak Cahyadi membuat saya tercerahkan. Kadang kala ego masih merajai, enggan mendahului. Apa aja resepnya? Continue reading “Chemistry Penyatuan Jiwa Dalam Keluarga”

Catatan Parenting #2: Homeschooling Nggak Ya?

20160823_104050-01

Dulu jaman kuliah, ada denk belajar tentang HS. Kelemahan dan kelebihannya. Menarik sih tapi belum tertarik. Karena yang menonjol bagi saya saat itu kelemahannya, perihal sosialisasi anak-anak HS yang cenderung kurang terpenuhi.  Continue reading “Catatan Parenting #2: Homeschooling Nggak Ya?”

Catatan Parenting #1: Mengajarkan Tauhid Pada Anak

20160822_092414-01

Bener-bener mis yu somad sama blog satu ini. Walau pas awal rada kagok ngeliat perubahan tampilannya, tapi Alhamdulillah masih bisa ditaklukan, hehe. Kenapa setelah ditinggal lama tetiba kepikiran mau diisi lagi? Keinget sama yang Ali Bin Abu Thalib bilang,

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya. – Ali Bin Abu Thalib

Continue reading “Catatan Parenting #1: Mengajarkan Tauhid Pada Anak”