Posted in Kutipan

Bersikap Zuhudlah

Karena itu katakanlah kepada jiwa: “Bersikap zuhudlah terhadap pujian manusia, sebab pujian itu sama sekali tidak bermanfaat bagimu. Bersikap zuhudlah atas celaan manusia, sebab celaan tersebut tidak akan pernah bisa mencelakaimu. Namun rajinlah memuji Rabbmu, sebab hanya Dia yang mampu menganugerahkan suatu kebaikan dan menimpakan suatu bencana kepadamu.”
Posted in Hikmah Today

Melalaikan Ibadah yang Paling Utama

Ummul Mu’minin ‘Aisyah radhiyallaahu ta’ala ‘anha mengatakan:

ﺇﻧﻜﻢ ﻟﺘﻐﻔﻠﻮﻥ ﻋﻦ ﺃﻓﻀﻞ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺍﺕ: ﺍﻟﺘﻮﺍﺿﻊ.

“Sesungguhnya kalian sungguh sangat melalaikan ibadah yang paling utama, yaitu tawadhu’“(Az-Zuhd Li Imam Wakii’ II/463, Taarikh Jurjaan: I/86).

Imam Hasan al-Bashri rahimahullah pernah berkata:

ﻫﻮ ﺃﻥ ﺗﺨﺮﺝ ﻣﻦ منزلك ولا ﺗﻠﻘﻰ مسلما ﺇﻻ ﺭﺃﻳﺖ له عليك فضلا

“tawadhu’ adalah tatkala engkau keluar dari rumahmu dan tidaklah engkau menjumpai seorang muslim pun kecuali engkau menganggap dia lebih utama dibandingkan dirimu.”(Al-Ihyaa’: III/28)

Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/20928-tawadhu-akhlak-yang-sering-dilalaikan.html

Posted in Coretan2020

Gelas Kosong

Alhamdulillah, nggak kerasa A1, Abi & Ummi udah 3 bulanan berstatus sebagai santri di Kuttab Alfatih. Lho kok bisa? Ya bisa Alhamdulillah.. Karena sekolah di Kuttab Alfatih itu, bayar satu dapat tiga. Anak belajar, kedua orangtua pun ikut belajar.

Mungkin ada berbagai tipe orangtua di Kuttab Alfatih. Kami adalah bagian dari tipe orang tua gelas kosong. Bukan karena tawadhu’ tapi memang kosong, hehe. Sehingga sering mendapati ilmu yang diperoleh adalah sesuatu yang baru bagi kami. Atau menjadi semakin terang, paham, sehingga lebih mudah dalam mengamalkannya.

Keuntungan menjadi orangtua gelas kosong adalah, kami jadi haus ilmu. Di mana ada ilmu yang diprogramkan Kuttab, in syaa Allah di situ ada kami. Hasilnya adalah sinergi antara pendidikan di Kuttab Alfatih dengan orangtua. Kebayang nggak kalau ternyata si anak, kami serahkan semua ke Kuttab? Kalau semua, lantas kami dapat/kebagian apa…. Ridho gitu pahala ngalir ke guru atau pihak terkait aja.. Kami mah pengen kebagian pahala juga, amal jariyah lho.. T_T jadi kalau ada yang merasa Kuttab masih ada kekurangan, ya wajar.. Artinya Kuttab ngasih peluang orangtua untuk mengambil perannya.

Walau kami si gelas kosong.. Sering kami jumpai orangtua yang sudah luar biasa Maasyaa Allah ilmunya, amalnya, tapi tetap tawadhu’. Tetap mau ikut ke kajian yang sebenarnya diperuntukkan untuk si gelas kosong seperti kami. Nampaknya mereka mengamalkan banget adab menuntut ilmu, “Seolah-olah baru pertama kali mendengar.”

Dan selama tiga bulan ini Alhamdulillah kami mendapat banyak saudara baru. Sering bertukar cerita, bertukar pikiran, saling menguatkan. Saling mengamalkan ilmu yang didapatkan. Yang tinggi ilmunya, rendah hatinya. Jika pun ada yang memasang tembok, duh jaraaaaaang sekali.

Bagi Ayah Bunda yang ingin mendaftarkan anak-anaknya ke Kuttab Alfatih, bertanyalah ke banyak wali santri. Jangan hanya terpaku pada pendapat 1 wali santri. Ada banyak cerita indah yang sayang untuk dilewatkan. Semoga Allah mudahkan ^  ^

**Ditulis 3 bulan setelah A1 sekolah di kuttab.

Posted in Dialog Iman

Adab Makan (Niat Yang Benar)

Ummi: A1, manfaat sarapan, makan siang, makan malam buat apa ya Nak?

A1: Biar kuat, biar sehat Mi

Ummi: Nah iya benar.. tapi sebenarnya bisa lebih dari itu Nak. Ada baiknya sebelum makan kita niatkan agar mendapatkan kekuatan dalam menjalankan ketaatan kepada Allah. Kakak sarapan biar kuat nanti belajar di sekolah. Makan siang biar kuat sholat Dzuhur & Asharnya. Makan malam biar kuat sholat Maghrib & Isya. Dan biar kuat juga menjalankan kewajiban-kewajiban lainnya, seperti membantu Abi & Ummi. Jadi ke depan makin semangat ya makannya, niatkan karena Allah.