Alhamdulillah….

Alhamdulillah di sela-sela perjalanan menuju Taman Bunga Bogor, saya menyempatkan diri untuk menulis di blog ini.

Alhamdulillah, sepertinya target menulis tiap hari ϐîڪä terlaksana.

Alhamdulillah mulai terbiasa menulis, rasanya aneh kalo ngga nulis. Keinget terus. Ide juga muncul terus.

Alhamdulillah jadi tau gimana cara bikin artikel yang oke. Berawal dari keikutsertaan saya pertama kali pada event lomba blog. Mind Mapping ternyata penting.

Alhamdulillah, ga kebayang ntar bakal ngeliat berbagai macam bunga. Siapp jadi banci foto. Hehe…. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah….

Blog Walking bu…. Jangan di rumah aje!

Blog walking? Yups! Bagi blogger tentu ini bukan istilah yang asing. Kalau di dunia nyata, semacam saat anda datang bertamu ke rumah seseorang. Entah itu tetangga, teman, kerabat atau sahabat. Benar, silaturrahim. Namun ini di dunia maya. Para blogger berkunjung ke satu blog ke blog yang lain. Membaca. Lalu meninggalkan komentar.

Sudah 5 tahun saya menjadi blogger. Tapi aktivitas ini jarang saya lakukan. Padahal manfaatnya cukup luar biasa. Selain pahala silaturrahim, teman nambah dan otomatis visitor juga bakal nambah karena saling mengunjungi. Blog walking jika di maksimalkan juga  bisa menghasilkan lho (salah satu cara). Tapi untuk yang satu ini (baca: menghasilkan) pengetahuan saya belum nyampe ke sana, hehe. Suatu saat pengen sih. Mudah-mudahan Allah pertemukan dengan blogger yang paham dan sudah menghasilkan dari blog mereka.

Sebenarnya dengan usia segitu harusnya teman blogger saya udah bejibun. Malah ga jarang ntar malah ϐîڪä kopi darat, bikin komunitas, dll. Sayangnya, saya minim blog walking. Makanya nih, saya saranin, bagi para blogger baru atau angkatan lama, jangan males blog walking. Cemungudh!!!

Eh? #ShalihahWannabe

Lupa, tepatnya tanggal berapa. Yang pasti hari Jum’at malam. Saya berbincang-bincang dengan teman saya. Saat itu suami sedang tugas ke luar kota. Perbincangan di awali oleh saya, tentang pengalaman saya yang dulu pernah menggeluti dunia training. Saya merasa, trainer tidak jauh beda dengan ustad. Karena apa yang mereka sampaikan, ajarkan, bagikan, sudah selayaknya sesuai dengan penerapan di kehidupan mereka sehari-hari. Pada kenyataannya, ada beberapa rekan trainer (tidak semua) yang ternyata mahir bercuap-cuap berbagi ilmu, tetapi saat mereka menghadapi tantangan dalam hidup, tiba-tiba rumus atau mantra yang mereka ajarkan bak hilang ditelan bumi. Hal tersebut membuat saya berpikir ulang untuk terjun kembali ke dunia tersebut. Selamat saya ucapkan bagi mereka yang benar-benar bisa menerapkan, yang sesuai dengan apa yang diucapkan.

Continue reading “Eh? #ShalihahWannabe”

Ukiran Syahdu

Malam semakin malam.
Ukiran syahdu menghiasi rumah mayaku.

Terimakasih hidung, paru-paru, jantung dan semua organ penting di dalam tubuhku… Hari ini telah bekerja dengan maksimal.

Terimakasih mulut, yang denganmu ku ϐîڪä menjalani hidup ini dengan lebih baik. Bantu aku tuk memaksimalkan mu. Berbicara yang baik, bermanfaat, senantiasa tersenyum dan jauh dari menyakiti orang lain.

Terimakasih telinga, yang denganmu ku ϐîڪä mendengar nasihat bijak….

Terimakasih tangan dan kaki, yang dengan fitrahmu, kau ajak aku menapaki jalan kebaikan

Terimakasih mata…. Sudah bekerja luar biasa hari ini. Meski kini kau perih, kau masih mampu membantuku melepas rindu. Rindu menulis di blog ini.

Terimakasih otak. Dengan izin-Nya kau mampu bekerjasama denganku. Membawa perasaan, emosiku bersamamu. Memutuskan tuk berpikir dan merasa positif.

Alhamdulillah…. Terimakasih Ya Allah, telah Engkau anugerahkan kepadaku kenikmatan yang tak terhingga. Semoga hamba termasuk ke dalam golongan hamba-Mu yang bersyukur, aamiin….