Kuliah Kepenulisan FLP Bandung, Pertemuan I

20 November 2011 kemarin, saya mengikuti perkuliahan yang diadakan oleh FLP Bandung. Acara ini sekaligus merupakan perekrutan anggota baru. Lantas, kenapa saya mengikuti acara ini? Bukankah saya sudah tergabung di FLP? FLP SUMBAR tepatnya. Toh, tinggal ngurus surat transfer saja. Lalu saya resmi bergabung di FLP Bandung.

Namun saya menyadari, akan banyak peluang yang hilang jika prosesinya itu saja. Peluang apa saja? Pertama, ilmu. Meski sudah mengikuti pelatihan, membaca berbagai macam artikel dan buku tentang kepenulisan, saya Insya Allah yakin, akan ada ilmu baru yang saya peroleh. Dan ternyata terbukti. Begitu juga saat perekrutan anggota FLP Bandung tahun 2010 yang masih akrab dengan sebutan PULPEN. Saya juga tidak absen dari acara itu. Satu kata, ilmu.

Kedua, pertemanan. Jika langsung transfer, maka tentu tidak akan sebanyak saat saya mengikuti perkuliahan.

Ketiga, pengalaman. Pas PULPEN 2010 kemarin, saya sangat bahagia bisa bertemu dengan penulis-penulis hebat. Sebut saja, Tasaro GK, Salim A. Fillah dan Solichin Abu Izzudin. Sementara di perkuliahan pertama kemarin saya bertemu Topik Mulyana. Nah, di pertemuan-pertemuan selanjutnya saya bakal bertemu lagi dengan penulis-penulis yang tak kalah hebat. Siapa saja? M. Irfan Hidayatullah, Wildan Nugraha, Halfino Berry, dan masih banyak lagi. Khusus untuk Kang Wildan, saya sudah pernah bertemu di Kamisan FLP Bandung. Juga Uda Halfino di Training for Trainer FLP SUMBAGUT.

Keempat, Tulisan. Maksudnya? Ya, seperti sekarang ini. Saya jadi semangat menulis. Seringkali semangat maju-mundur. Nah, kalo bergabung dengan sesama minat, setidaknya bisa konsisten. Sekali seminggu mendapatkan siraman ilmu kepenulisan dan berdekatan dengan mereka tentu bisa lebih istiqomah dan apalagi kalau bukan lebih semangat.

Bagi saya, pertemuan pertama kemarin cukup mengesankan. Meski tidak se-wah PULPEN. Mungkin karena konsepnya yang berbeda. Saran saya, karena peserta melebihi target, ada baiknya ruang perkuliahan dipindahkan ke tempat yang lebih luas dan nyaman. Niatnya selepas perkuliahan, saya ingin menulis citizen juornalism, tapi karena duduk di belakang, suara pemateri tidak begitu jelas. Plus pencahayaan LCD yang agak temaram.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s