Langkah Entrepreneur Nomer Sekian

Entah kenapa suka sekali memberi judul dengan embel-embel ‘nomer sekian.’ Pernah ‘impian nomer sekian,’ ‘resolusi nomer sekian,’ dan nomer sekian nomer sekian lainnya. Suka aja, hehe.. Mungkin hal tersebut menyatakan bahwa saya memiliki jejak langkah lebih dari satu. Perjuangan! Ya perjuangan 🙂

Hari jum’at kemarin saya memutuskan untuk bergabung dengan oriflame. Padahal kamis baru sampai di Bandung dalam keadaan capek total (haha.. lebay). Eh bener lho. Soalnya perjalanan seharian plus barang bawaan segede gaban n banyaaaak pisan. Meski jum’at pagi sempet muntah, ga mengurungkan niat saya untuk bertemu teman baru yang diperoleh di twitter bernama Jelly (Lucu ya namanya, kaya ager-ager, piz Jel! hehe).

Hampir setengah hari mendengar penjelasan Jelly membikin tenggorokan dan pilek semakin ga bersahabat. Tapi keep fokus aja. Nah ini foto saya lagi ngantri daftar jadi anggota.

Setelah semua selesai, Jelly juga ketemu sama temen bisnisnya di Bandung yang dikenal di twitter. Kita nyari makan, pengennya sih Mie Reman KW nya Ramen, tapi penuh dink. Akhirnya nyari yang deket-deket sono aja.

Selesai makan dan nganter Jelly ke Pool, dengan napas megap-megap akhirnya nyampe rumah. Asli tepar sempurna. Seharian bed rest. Besoknya nambah. Tapi semangat buat beraksi mah tetep. Di sela-sela rehat, saya tetap membikin list teman-teman yang bisa dijadiin partner, lalu menghubungi beberapa. Meski yang diterima masih berupa penolakan. Saya seneng euy, karena berarti ketangguhan saya juga bertambah dan ‘urat malu’ semakin bebal. Ini nih alesan utama gabung Oriflame. Biar tahan banting. Karena selama menjalani usaha, perihal marketing saya masih jongkok.

Sewaktu kuliah saya pernah bergabung, tapi karena kemampuan ‘menjual’ belum memadai, akhirnya ya menyedihkan. Hahaha… So, gak mau donk mlihara kekurangan ini terus menerus? Btw, ternyata gak disangka-sangka juga, beberapa impian saya nangkring di Oriflame, seperti sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Wuiiiii, Alhamdulillah yah, sesuatu ^____^

Sembari pemulihan tetep beraksi dengan ngajakin temen plus menulis artikel ini. Siapa tau ada yang keinspirasi. Ganbarimasu!!!

Oya, barangkali ada yang bertanya-tanya, “Lulusan psikologi kok malah jadi entrepreneur?” Justru ituu… Kan lagi aplikasiin ilmu psikologi konsumen.. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s