Acong

Tanggal 16 Juli saya menyimak TL-nya Mas @JayaYEA (Mas J) tentang si Acong. Kisahnya menurut saya sangat inspiratif. Ga baik kalo ga ditularin ke sahabat-sahabat semua ^___^ cekidot!

Jadi ceritanya gini.. Sewaktu Mas J berusia sekitar 16an tahun, beliau baca majalah SWA. Beliau sebenarnya ga hobi baca, cuma karena kebetulan kakaknya Mas J sering beli majalah itu, iseng-iseng Mas J baca. Banyak istilah-istilah yang bikin Mas J ga mudeng karena istilahnya banyak yang keriting (hehe.. ini beliau lho yang tulis di twitter).

Nah, hanya satu rubrik yang Mas J demen, yaitu wirausaha yang berisi kisah-kisah perjalanan pengusaha sukses yang mulai dari nol. Kebetulan edisi kali itu tentang taipan-taipan Asia… Dari sekian banyak cerita, ada 1 kisah yang nyantol di jantung (heart maksudnya). Beginilah ceritanya.

Ada seorang anak muda yang tak mengenyam pendidikan tinggi, merantau dari kampungnya di China menuju Thailand… Karena dia bukan orang yang mampu, dia nyamar sebagai ABK sebuah kapal. Jaman dulu ga seketat sekarang pemeriksaannya.

Nah, sesampainya di Thailand, ia memutuskan ga akan kembali ke negeri China, kecuali dia sukses (sumpah palachina). Gilanya dia sama sekali ga bisa bahasa Thailand sedikitpun. Sebut aja doi ‘Acong.’ Meski tak menguasai bahasa Thai, Acong punya keyakinan yang bulet akan masa depannya. Mulailah Acong belajar bahasa Thai yang simpel-simpel. Pokoknya asal bisa buat cari makan. Trus apa kerjanya? Serabutan.

Awalnya Acong menjadi buruh angkat di pelabuhan, sampe suatu saat encok Acong kumat, ga kuat ngangkat yang berat-berat. Tapi mau kerja apalagi? Eh ternyata ada suatu peluang yang jarang dibidik oleh orang lain. Peluang itu modalnya cuma 2 kaleng minyak, kawat besi dan bambu doank! Masih ada hubungannya dengan angkat-angkat, tapi lebih ringan. Apa hayyo peluangnya? Kosek WC alias pengangkat tinja. Yieeeekkk…

Jelas tugas Acong adalah ngosek WC, membawa tinja tersebut ke tanah kosong dan membuangnya di bawah tanah. Karena tak banyak orang yang mau melakukan kerjaan itu, Acong jadi kebanjiran order. Meski usahanya maju, Acong tak lantas berfoya-foya. Ia pegang prinsip yang diajarkan leluhurnya. BERHEMAT!

Meski penghasilannya bisa 5x lipat dari buruh angkat, Acong tetap mengambil yang 1 dan menyimpan yang 4. Di sela-sela waktunya Acong berfikir, “Kotoran-kotoran yang tertanam di tanah itu kan bisa dijadikan pupuk, kenapa tidak di jual?” Ternyata instink kotoran Acong akurat, saat ia tawarkan kotoran yang sudah diolah tersebut, bisa dijual menjadi pupuk tanaman! Nah, saat ini penghasilan Acong pun bertambah. Kosek WC dan jual pupuk.

Meski penghasilan Acong menjadi 10x lipat dari gaji buruh angkat, tapi Acong tetap tak mengubah ‘lifestyle’ nya. Dapat 10, pakai 1, simpan 9. Kalo dapatnya 50? Tetap pakai 1 simpan 49. Meski Acong ga sekolah, dia tahu prinsip, “Menunda kesenangan.”

Mulai lagi deh si Acong berfikir, “Kenapa ga dimanfaatin aja sebagian dari pupuk itu untuk bercocok tanam?” Acong pun memecah celengan babinya untuk membeli sepetak tanah yang kala itu masih murah. Mulailah ia bercocok tanam. Sekarang Acong memiliki 3 penghasilan. Kosek WC, jual pupuk dan pertanian! Tetap memegang prinsip menunda kesenangan, Acong menginvestasikan 90% dari pendapatanya untuk membeli kebun!

Karena pertaniannya maju, Acong meninggalkan profesinya sebagai kosek WC. Ia fokus menanam dan menjual hasil panennya. Acong pun mulai mengakuisisi ribuan hektar lahan pertanian. Tak hanya menanam, Acong membangun pabrik-pabrik pengolahan pasca panen.

Saat Mas J membaca artikel tentang Acong, yang beliau lupa nama asli Acong siapa, Acong adalah perantau asal China, yang menjadi konglomerat terkaya di Thailand!

Dahsyaaaaat!! Jadi pengen tau… kira-kira menurut sahabat, kenapa ya Acong bisa sukses? Saya sendiri tentu punya pendapat. Tapi akan lebih seru kalo sahabat-sahabat juga ikut serta mengemukakan pendapat. Kan beda orang, beda sudut pandang…. Sip! Sok silahkan komen..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s