Masih Ingat?

Masih ingat ga sama tulisan saya tentang pensil dan penghapus? Jika tidak ada yang ingat…. Baiklah, ijinkan saya mengingatnya sendiri. Hm… hm…. Saat itu tulisannya begini,

“Tulislah Rencanamu dengan Pensil, dan Berikanlah Penghapusnya pada Allah. Biarkan Dia menghapus bagian-bagian yang salah, dan menggantinya dengan rencana yang lebih indah.”

“Sumpah, suka banget ama quotes ini. Sampe sekarang ga tau sih siapa yang ngemeng (*baca ngomong). Tapi setiap kali menginginkan sesuatu dan ga kecapai. Baca quotes ini bikin diri ini ikhlasss banget.
Sebenarnya beberapa hari ke depan ada dua workshop yang pengen banget saya ikutin. Tapi apa mau dikata, duitnya ga ada. Yang satu 250 ribu, yang satunya lagi 2 juta (apa ga ada beasiswanya gitu? Hehe…) Weleh… weleh…. Serem buat saya yang masih berstatus calon pengangguran ini (lagi skripsi). Setelah baca quotes di atas, jadinya ikhlas banget, hoho…. Tapi saya masih pengen berjuang, siapa tau Allah menunda waktunya. Biarkan saya berjuang hingga titik darah penghabisan. Kalo ga kecapai juga, balik lagi ke quotes di atas :)”

Nah, berkaitan dengan tulisan di atas, kata-kata inspiratif di atas lah yang saya bagi dengan teman-teman saat saya mengikuti Sekolah Trainer Muda. Eits, tunggu dulu. Kok bisa nyampe di sekolah itu? Begini ceritanya….
Ketika saya benar-benar telah ikhlas. Ikhlas menulis rencana-rencana saya dengan pensil dan kemudian memberikan penghapusnya pada Allah, sesuatu yang tidak pernah saya prediksikan sebelumnya terjadi. Tulisan saya sebelumnya mengenai “Trainer Akhwat Perindu Surga,” adalah satu bentuk ikhtiar ‘nekad’ saya. Saya yang tidak cakap dalam berkomunikasi memberanikan diri untuk mengikuti seleksi tersebut.
Alhamdulillah, setelah mengikuti sesi wawancara, saya dan empat akhwat lainnya diikutkan di Sekolah Trainer Muda (salah satu produk perusahaan tempat saya melamar). Awalnya saya was-was, jangan-jangan uang lagi nih. Tapi di luar perkiraan saya, ini gratis kawan! Allahuakbar….
Beberapa hari setelah saya mengikuti Sekolah Trainer Muda, datanglah tawaran untuk mengikuti sertifikasi Hypnosist & Hypnotherapy. Lagi-lagi mata saya terbelalak dan jantung saya berdebar-debar. Berapa duit? Tapi tahukah kawan, saya hanya perlu membayar biaya operasionalnya saja. Jika dibandingkan dengan investasi yang berseliweran diluaran sana. 1 : 4! Allahuakbar!!!
Padahal dulu sempat terbesit di otak saya, demi keahlian, sertifikasi dan gelar non akademis itu, saya hendak menjual laptop dan perhiasan saya. Atau memberanikan diri meminta beasiswa kepada om saya (tapi itu bukan saya banget). Apa jadinya kalau itu benar-benar saya lakukan? Hm….
Sujud syukur pada Allah, saat ini saya bisa mengikuti Sekolah Trainer Muda, memiliki gelar non akademis CH., CHt. Dan berprofesi sebagai trainer dan hypnoterapist di Humanforce dan HappyLife. Benar-benar luar biasa rencana Allah, Dia mengganti rencana saya dengan sesuatu yang jauh lebih indah. Alhamdulillah…. 

Dan saya juga amat sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan rekan kerja seperti Surya Kresnanda, Cecep, Teh Evi, Adin, Reza, Adit, Rahmat dan masih banyak lagi. Orang-orang yang luar biasa. Orang-orang yang memberi saya ruang untuk belajar lebih banyak dan menghargai saya apa adanya. Mereka yang menyakini kemauan lebih utama dan bahwa kemampuan bisa diasah, membuat saya merasa BENAR-BENAR menjadi manusia. Thanks a lot….

 

Advertisements

2 thoughts on “Masih Ingat?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s