Bermain Rubik dapat Melatih Kesabaran Anak

Rubik merupakan permainan lama yang muncul kembali. Permainan ini sejenis catur, yang lebih menggunakan kemampuan otak untuk memainkannya. Kubus rubik atau disingkat rubik saja adalah sebuah teka-teki mekanik yang berbentuk kubus, dimana setiap sisinya dibagi menjadi 9 buah kotakan-kotakan kecil yang memiliki kelompok warna awalan yang sama untuk masing-masing sisinya dan dapat diputar sedemikian rupa, sehingga menghasilkan kotakan-kotakan yang acak di masing-masing sisinya. Cara memainkannya adalah dengan mengacak dan mengalihkan kotakan-kotakan tersebut ke sisi-sisi yang sebenarnya sesuai dengan kelompok warnanya.

Secara resmi rubik lahir pada tahun 1974 di Budapest, ibukota Hungaria. Penemunya adalah Erno Rubik yang merupakan pemahat, profesor sekaligus dosen di Depatemen Desain Interior di Akademi Seni Terapan dan Kerajinan. Oleh karena itu, permainan ini diberi nama rubik. Erno Rubik memiliki minat dalam geometri, dalam studi tentang bentuk-bentuk 3D, dalam konstruksi dan dalam mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan yang tersembunyi kombinasi bentuk dan bahan, bukan hanya secara teori, tapi juga dalam praktiknya.

Dalam perjalanannya, ia lebih suka mengkomunikasikan ide-idenya dengan menggunakan model nyata, terbuat dari kertas, kardus, kayu, plastik dan menantang murid-muridnya untuk melakukan percobaan dengan memanipulasi bahan yang dibangun secara jelas dan mudah diinterpretasikan sebagai suatu bentuk. Itu adalah kesadaran bahwa unsur-unsur paling sederhana sekalipun, jika secara cerdik dan kreatif digunakan dan dimanipulasi, akan menghasilkan berbagai bentuk yang bermanfaat. Kesadaran inilah yang menjadi cikal bakal kelahiran rubik.

Seiring berkembangnya waktu, berbagai macam bentuk rubik pun lahir. Jika selama ini kita hanya familiar dengan rubik 3x3x3, namun sebenarnya ada jenis atau bentuk rubik yang lain, yaitu 4x4x4, 5x5x5, 6x6x6, 7x7x7, Megaminx, Pyraminx dan masih banyak lagi. Dan satu generasi terkini telah berkembang dalam membuat inovasi bagi permainan Rubik 360, dimana tidak lagi harus memutar kubus hingga menjadi kesatuan warna. Enam buah bola kecil yang berbeda warna berada di dalam lingkaran dan melalui lubang-lubang yang ada, kita bertugas untuk menavigasikan bola tersebut. Keberhasilan dinilai jika masing-masing dari jumlah bola tersebut berhenti pada posisi lubang dengan warna yang sama.

Selain bentuknya yang berbeda-beda, kompetisi yang diadakan juga dengan cara-cara yang tidak biasa. Seperti rubik buta (pemain diberi waktu melihat rubik yang sudak diacak, lalu memecahkannya dengan mata tertutup), rubik buta secara tim, memecahkan rubik di dalam air dengan satu tarikan nafas, rubik dengan satu tangan maupun rubik dengan satu kaki.

Beberapa bulan yang lalu, seorang mahasiswa Gunadarma D3 Manajemen Informatika telah berhasil memecahkan rekor dunia untuk kategori rubik 3x3x3 dengan jumlah terbanyak (Multiple Blindfold) yaitu 16 buah dalam waktu 57 menit dengan mata tertutup dalam kompetisi Jakarta Open pada tanggal 31 Januari 2010.

Bermain rubik ini, selain murni permainan ketangkasan logika, anak juga dituntut bekerja keras untuk menyelesaikannya. Tentunya akan dibutuhkan kesabaran yang lebih, karena anak harus berpikir perlahan. Tidak ada ruang menebak karena kesalahan menebak akan merusak kerja yang dilakukan dalam satu jam terakhir. Ini akan membuat anak-anak untuk berpikir dengan hati-hati sebelum membuat gerakan. Melalui permainan, mereka belajar bahwa kesabaran dan ketekunan adalah kunci keberhasilan. Shona Vitrilia/dari berbagai sumber.

Dimuat Harian Umum Singgalang, Mei 2010.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s