Ia

Biasanya ia bisa memanfaatkan peluang, kenapa sekarang tidak?
Biasanya ia bisa menyiasati kegagalan, kenapa sekarang malah mundur ke belakang?

ia juga suka keraguan, tapi sekarang justru ia yang meragukan dirinya.

ia kenapa? ia dimana? oh ia…

dan hujan menjadikan semuanya sempurna
tinggal menunggu pelangi atau ia yang akan menciptakan pelanginya
menghadirkan untuk dirinya sendiri
dan orang di sekitarnya

sekali lagi kusebut namanya
ia….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s