Ke Nangor

Hari Minggu kemarin saya berhasil keluar bersama Yanto. Niat awal sebenarnya hanya ingin main ke kosannya saja. Taunya pas nanya lokasi kosannya dimana via sms, Yanto membalas dengan menelpon saya. Ia berkata hendak menjenguk adiknya yang sedang sakit demam di Jati Nangor. Berhubung kaki saya gatal hendak keluar, saya menawarkan diri untuk menemaniya ke sana. Yanto pun setuju.

Awalnya kami janjian bertemu di kosannya saja. Tapi karena Mama mengajak saya pagi-pagi ke Gazibu, jadinya bertemu di sana saja. Setelah bertemu, saya mengenalkan Yanto dengan Mama dan Papa. Kami mulai melangkahkan kaki setelah pamit dengan kedua orang tua saya dan kemudian berjalan ke DU alias Dipati Ukur. Di sana kami akan menaiki Damri menuju Nangor. Selama perjalanan kami habiskan dengan berbincang-bincang. ‘Malapeh taragak’ kata orang Minang.

Sesampainya di Nangor, ternyata adik Yanto itu pandai berjalan. Hehe… maksud saya dalam kondisi sakit masih mau berjalan dari kosannya ke pangkalan Damri. Rencanya kami langsung menyatroni kosannya, tapi enggak jadi karena adik Yanto keburu nongol. Setelah menunaikan shalat Zuhur di pangkalan Damri dan Yanto pun selesai menunaikan kewajibannya, Yanto mengajakku ke JATOS alias Jati Nangor Town Square. Cihuy… perencanaan yang tertunda akhirnya terealisasikan juga. Watching Sang Pencerah! Horeeee….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s