Menanti Yanto

Siapa Yanto? Seberapa penting ia, bahkan seorang Shona Vitrilia harus menantinya? Hahay, ini hanya berupa pergantian. Bahwasanya Yanto terlebih dahulu yang menanti saya, dan kemudian saya yang menanti Yanto. Yanto adalah panggilan akrab dari Miftahul Hayati. Panggilan yang hanya saya saja yang memanggilnya seperti itu. Dan ia memanggil saya dengan panggilan Sonarudin. Beuh, benar-benar nama yang tidak cocok sebenarnya. Tapi tak apalah, demi menjaga keakraban dan kedekatan diantara kami.

Nah, balik ke perihal tunggu menunggu tadi. Keluarga saya tinggal di Bandung 3 tahun belakangan. Sementara saya masih ada keperluan berkenaan dengan perkuliahan di Padang. Dan si Yanto ini, Alhamdulillah diterima di Pasca Sarjana UNPAD. Bersukarialah hati saya saat ia diterima, karena di Bandung saya belum memiliki teman akrab, kecuali kedua sepupu saya, yang satunya si Lia Estriva sudah hengkang ke Bukittinggi karena telah usai kuliah dan yang satunya lagi si Nona Trinanda sedang sibuk-sibuknya berkuliah.

Kenapa bisa tunggu-menunggu? Saya dan Yanto berselisih. Saya mudik ke Bandung dan Yanto Mudik ke Padang. Aih, hasilnya tak banyaklah saya keluar rumah. Dan setelah sekian lama menanti, Alhamdulillah akhirnya si Yanto balik ke Bandung tadi malam. Meski demikian, rasa-rasanya tak sampai hati jika saya kemudian mengajaknya keluar hari ini. Barangkali badan-badannya masih pegal lagi linu. Tapi mungkin Yanto hari Senin masuk kuliah. Ah, haruskah saya menunggu lagi? Yanto?

Advertisements

2 thoughts on “Menanti Yanto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s