Jejak Sang Peneliti Amatir

1. Tahap Pra Penggalian Data
Peneliti mulai melaksanakan pra penggalian data sejak bulan Maret 2009. Pada tahap ini peneliti melakukan studi dokumentasi mengenai perempuan kepala keluarga dan kesejahteraan psikologis melalui penggalian referensi awal di majalah, internet, Pustaka Proklamator Prof. Moh. Hatta, perpustakaan Program Studi Psikologi Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang.
Setelah berbagai literatur peneliti peroleh, peneliti membuat proposal penelitian dan kemudian membuat interview guide. Interview guide ini akan sangat membantu peneliti pada saat penelitian nanti, yang mana dapat mengarahkan peneliti saat melakukan depth interview. Depth interview ini peneliti turunkan dari pertanyaan penelitian yang ada di Bab I.
Pada saat wawancara nanti, interview guide ini tidak digunakan secara urut atau runtut. Fungsinya hanya sebagai acuan dalam melaksanakan wawancara, dimana setiap pertanyaan bisa saja terjawab pada pertanyaan sebelum atau dapat bertambah sesudahnya. Tidak menutup kemungkinan pula jika ada beberapa pertanyaan yang sebenarnya tidak terdapat di dalam interview guide. Hal ini dikarenakan tidak diperbolehkannya intervensi maupun manipulasi dalam penelitian kualitatif.
Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus, dimana kasus yang diteliti adalah mengenai “Kesejahteraan Psikologis Perempuan Kepala Keluarga Pasca Perceraian”. Oleh karena itu peneliti membuat beberapa karakteristik subjek penelitian sebelum menentukan subjek penelitian. Setelah peneliti tentukan, pencarian pun dimulai dengan menghubungi semua kenalan yang diperkirakan dapat menuntun peneliti untuk menemukan subjek.
Media yang peneliti gunakan adalah bertatap muka langsung, menghubungi lewat short message service (SMS), dan mentagged tulisan ke beberapa teman di facebook. Beberapa alternatif media yang digunakan peneliti tersebut memunculkan beberapa orang subjek. Namun tidak jarang ada pula yang gagal karena tidak sesuai dengan karakteristik yang penulis buat. Awalnya melalui percakapan langsung, calon subjek tersebut gagal karena melewati batas usia yang sudah peneliti tentukan, yaitu berusia 42 tahun. Calon subjek kedua juga begitu, gagal karena sudah berusia 43 tahun. Setelah itu peneliti juga mengalami kegagalan, dimana calon subjek yang peneliti peroleh dari informan pada awalnya dalam proses bercerai akhirnya memutuskan untuk tidak bercerai.
Dikarenakan mengalami beberapa kali kegagalan, peneliti memutuskan untuk melakukan penelitian di kota Bandung. Hal ini peneliti putuskan berdasarkan saran beberapa teman dan keinginan peneliti sendiri. Selain itu ada beberapa alasan yaitu pertama, kedua orang tua peneliti sedang berada di kota Bandung dan yang kedua, memiliki kesimpulan bahwa Bandung merupakan salah satu kota besar di Indonesia dimana tingkat perceraian akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan kota Padang.
Setelah berada di kota Bandung, peneliti mencari referensi tambahan di perpustakaan Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran dan di perpustakaan Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung. Kemudian peneliti menambahkan beberapa referensi tersebut, sehingga menyebabkan beberapa kalimat dan paragraf menjadi kurang sistematis. Sehingga diperlukan beberapa perbaikan.
Dalam proses perbaikan ini, peneliti memutuskan untuk pergi ke Pengadilan Agama kota Bandung. Namun ternyata hal yang didapati tidak sesuai dengan harapan peneliti. Di pengadilan tersebut hanya memiliki data berupa rekapitulasi perceraian dari tahun ke tahun saja yakni berupa data angka dan tidak terdapat keterangan lebih lanjut mengenai subjek yang peneliti cari. Selain itu dikarenakan kondisi peneliti yang masih kuliah dan tidak bisa memperoleh izin terlalu lama dari pihak kampus, akhinya peneliti memutuskan untuk kembali ke kota Padang.
Sesampainya di Padang, peneliti kembali menyebar informasi melalui SMS dan facebook. Dari SMS peneliti memperoleh calon subjek, namun gagal karena setelah informan mencari informasi lebih jauh mengenai calon subjek, ternyata calon subjek mengalami depresi. Dengan ciri-ciri suka melamun, kadang berbicara sendirian, dan seringkali tiba-tiba menangis. Calon subjek selanjutnya peneliti peroleh dari teman facebook yang penulis tagged. Dan lagi tidak bisa dijadikan subjek karena rumah calon subjek runtuh pasca gempa tanggal 30 September 2009. Dengan alasan mempertimbangkan kondisi psikologis calon subjek tersebut maka peneliti memutuskan untuk tidak menjadikannya subjek penelitian.
Setelah itu peneliti mencoba mencari subjek dengan menanyakan langsung pada adik angkatan. Dan dari pembicaraan ini diperoleh satu subjek yang bertempat tinggal di kota Solok. Kemudian dari informasi adik angkatan tersebut peneliti kemudian menghubungi adik angkatan yang lain melalui SMS dan diperoleh satu subjek lagi yang bertempat tinggal di kota Bukittinggi. Peneliti akhirnya memutuskan untuk melakukan penelitian pertama pada subjek yang berlokasi di daerah Solok.
Setelah itu peneliti memutuskan untuk mewawancari subjek yang berada di kota Bukittinggi. Saat memutuskan untuk melakukan penelitian dengan subjek yang berada di kota Bukittinggi, peneliti sudah menemukan calon subjek ketiga yang peneliti peroleh dari jaringan pertemanan facebook.
Selesai melakukan penelitian dengan subjek kedua, seminggu setelah itu peneliti memutuskan untuk melanjutkan penelitian pada subjek ketiga. Namun karena kesalahan informan yang memiliki anggapan bahwa minimal usia perceraian subjek adalah 2 tahun, akhirnya penelitian tersebut gagal. Padahal sebelumnya peneliti sudah memberikan beberapa karakteristik kepada informan dan meminta informan untuk memastikan apakah sudah sesuai karakteristik atau belum. Beranjak dari kekhilafan tersebut, saat peneliti mengikuti perkuliahan di Bukittinggi peneliti memutuskan untuk berbincang-bincang dan menannyakan kepada adik kelas apakah ia memiliki kenalan orang yang peneliti cari untuk diteliti. Dari perbincangan ini peneliti memperoleh calon subjek yang ketiga, namun gagal karena ia tidak bersedia penulis teliti.
Beberapa teman menyarankan agar peneliti mencari subjek penelitian di kantor pengadilan agama. Namun peneliti memutuskan untuk tetap mencari melalui kenalan. Hal ini penulis lakukan untuk mengefisiensikan waktu. Jika peneliti cari melalui pengadilan, peneliti harus menemukan alamat calon subjek terlebih dahulu, kemudian melakukan rapport. Saat mencari alamat, peneliti belum tentu bisa menemukan calon subjek dalam waktu yang singkat, karena berdasarkan teori serta pengalaman teman subjek sesama peneliti, biasanya setelah bercerai mereka pindah rumah. Selain itu, peneliti merasa jika peneliti mencari subjek melalui orang yang mengenal subjek, maka rapport yang dilakukan akan lebih mudah dan efisien, karena subjek merasa peneliti merupakan kenalan dari informan (orang yang mengenal subjek).
Peneliti kemudian mulai menyebar informasi lewat SMS dan di facebook kembali. Namun hasilnya nihil. Saat peneliti berada di kota Bukittinggi, peneliti kembali menanyakan kepada adik kelas yang lain. Dari perbincangan tersebut peneliti memperoleh satu subjek yang berlokasi di daerah Padang dan subjek tersebut bersedia untuk peneliti jadikan subjek penelitian.
Kesulitan yang peneliti hadapi dalam pencarian subjek ini adalah pada saat karakteristik yang peneliti tentukan terlalu banyak dan cukup sulit untuk dipenuhi. Seperti melaksanakan kehidupan pernikahan secara tradisional, posisi perempuan sebagai cerai talak, membatasi penghasilan, dan mebatasi pendidikan. Beberapa karakteristik ini kemudian peneliti hilangkan karena setelah ditinjau lebih lanjut tidak akan mempengaruhi hasil penelitian ini.
Selanjutnya peneliti juga melakukan persiapan yang bersifat administratif dan operasional. Peneliti mempersiapkan surat kesediaan menjadi subjek penelitian, mini tape recorder, baterai, dan beberapa mini kaset untuk merekam.
2. Tahap Penggalian Data
Setelah mendapatkan subjek penelitian yang sesuai dengan karakteristik yang peneliti tentukan, proses penggalian data pun dimulai. Pelaksanaan wawancara dengan para subjek mulai dilakukan sejak turun ke lapangan tanggal 14 November 2009 sampai 07 Januari 2010. Kesulitan yang dihadapi oleh penulis dalam penggalian data adalah:
a. Keterbatasan waktu dan jarak peneliti untuk kembali mendatangi subjek apabila terdapat kekurangan dalam wawancara. Kekurangan tersebut akhirnya di atasi dengan menghubungi subjek penelitian melalui telepon.
b. Kondisi subjek 1 dan 3 yang bekerja dari hari senin hingga sabtu membuat peneliti harus menyesuaikan waktu wawancara.
c. Pada subjek kedua, beberapa informasi peneliti dapatkan bukan melalui wawancara formal. Karena Meskipun tape recorder telah peneliti matikan, subjek tetap menceritakan pengalaman-pengalamannya kepada peneliti. Melalui pembicaraan informal (tanpa menggunakan tape recorder) inilah peneliti memperoleh beberapa informasi. Hal ini mengakibatkan informasi-informasi tersebut tidak terekam dan hanya penulis jadikan sebagai field note, yaitu dengan cara menuliskan informasi apa yang masih diingat.
3. Tahap Pasca Penggalian Data
Untuk menganalisis data kualitatif yang telah terkumpul melalui proses wawancara, maka peneliti melakukan beberapa langkah (dalam Maria, 2003) yaitu:
a. Organisasi data
Organisasi data merupakan suatu langkah awal yang penting dalam menganalisis data kualitatif. Organisasi data yang sistematis memungkinkan peneliti untuk memperoleh kualitas data yang baik, mendokumentasikan analisis yang dilakukan dan menyimpan data dan analisis yang berkaitan dalam penyelesaian penelitian.
Dalam melakukan organisasi data ini, peneliti mula-mula mengubah data audio (hasil rekaman wawancara) tiap subjek ke dalam bentuk tertulis (transkrip wawancara/verbatim). Setelah itu peneliti memberikan kode berkas tersendiri untuk masing-masing subjek. Kode berkas ini dicantumkan pada semua jenis data yang diperoleh dari subjek bersangkutan. Seperti kaset rekaman wawancara, transkrip wawancara, lembar data personal, serta catatan lapangan (field note). Setelah itu peneliti menyimpan setiap kumpulan berkas subjek pada suatu tempat tersendiri.
b. Koding
Koding dilakukan untuk dapat mengorganisasi dan mensistematisasi data secara lengkap dan mendetil sehingga data tersebut dapat memunculkan gambaran tentang topik yang dipelajari. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan koding dengan cara memberikan nomor secara urut dari tiap paragraf pada transkrip yang merupakan jawaban subjek terhadap pertanyaan yang diajukan. Contoh koding yang diberikan adalah M1411RS: 5, yang berarti paragraf tersebut berasal dari transkrip wawancara subjek I. M adalah inisial nama subjek, 1411 adalah merupakan tanggal penelitian dilaksanakan yaitu tanggal 14 November, RS adalah tempat pelaksanaan wawancara yaitu rumah subjek dan angka 5 berarti paragraf atau baris pertama. Dimulai dari angka 5 dengan tujuan agar lebih memudahkan peneliti dalam memberikan koding.
c. Pemadatan fakta dan penemuan tema
Pada tahap ini peneliti membaca transkrip wawancara berulang-ulang untuk mendapatkan fakta-fakta dan kemudian menemukan tema-tema yang muncul dalam wawancara. Sementara melakukan hal tersebut, peneliti juga menuliskan refleksi pikiran-pikiran dan ide-ide sementara yang muncul. Setelah selesai, peneliti kemudian membuat daftar tema-tema yang muncul dan mencoba memikirkan hubungan antara tema-tema tersebut.
d. Analisis perbandingan antar subjek
Tema-tema dari setiap subjek yang telah terkumpul dibandingkan untuk menemukan kategori-kategori umum. Setelah kategori didapatkan, peneliti melakukan perbandingan antar subjek berdasarkan kategori-kategori tersebut. Berdasarkan hasil perbandingan tersebut, peneliti kemudian menjelaskan keseluruhan data yang diperoleh dari semua subjek berdasarkan kerangka teori bab II.
Dikarenakan adanya ketidaksesuaian teori awal dengan temuan di lapangan, peneliti akhirnya memutuskan untuk menambah referensi. Penggalian referensi peneliti lakukan di perpustakaan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Setelah memperoleh beberapa referensi yang mendukung, peneliti memeriksa kembali transkrip wawancara dan melakukan penyesuaian dengan referensi yang telah diperoleh.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s