Kataku Terpilin

Sudah lama tak menjalin kata. Beberapa hari terakhir ini rangkaian kataku tak terjalin, tapi terpilin. Tulisan sederhana yang biasa ku jalin bisa membuatku melompat-lompat. Ya, aku merasa seperti seorang bocah yang sedang bermain lompat tali kegirangan.

Lalu, kenapa yang biasa terjalin menjadi berpilin-pilin? kusut.

Sebab ada dua buah kata yang membuatku terhenti melompat girang. Kuyu, lesu lalu berucap ALLAH… Kadang aku geram, kadang sedih, pilu, marah, bangga, semua bercampur. Tragedi ‘Marvi Marmara’ adalah dua kata itu. Dan mungkin sebentar lagi ‘Rachel Corrie’, sebuah nama kapal yang diabadikan dari nama seorang pahlawan kemanusiaan. Kabar terakhir ku dengar kapal yang sedang menuju gaza itu hilang kontak. Tak cukupkah pahlawan kemanusiaan yang masih berusia 23 tahun itu kalian lindas dengan buldozer hingga tak bernyawa? Atau kalian merasa bayangannya sedang menghantui. Mana mungkin. Mustahil. Pastinya sebuah kebanggaan besar saat kalian bisa menambahkan daftar orang-orang yang meninggal atau syahid di tangan kalian. Ah tidak-tidak, aku merasa yakin. Sekarang kalian memang sedang merasa dihantui. Takut. Karena tak hanya pejuang Palestina yang berani mati. Tapi juga mereka, para relawan itu.

Mengutip komentar seseorang (maaf, lupa namanya) di suara anda, Metro TV. “Jika diibaratkan rantai makanan, Israel itu ular dan relawan adalah burung rajawali. Jadi yang Israel takutkan itu bukannya senjata yang di bawa ke gaza (karena mereka tahu pasti tidak ada senjata), yang mereka takutkan adalah bersatunya para relawan dunia… Dan jelas ular takut dengan burung raja wali.”

Beranjak dari berpilinnya kata-kataku. Aku kembali dengan jalinan kata. Kurapikan lagi yang kusut itu. Semoga dengan ini aku bisa mengetuk hatimu kawan. Ayolah… Kita bisa menjadi burung rajawali dalam bentuk lain. Selain do’a dan munasarroh, kita bisa memboikot produk mereka dan antek-anteknya. Jangan biarkan uangmu mengalir untuk dipergunakan membeli senjata, membunuh saudara-saudara kita.

Tapi… selama produk mereka bisa kita jadikan amunisi untuk melawan balik, kenapa tidak. Mengutip lagi, status teman di facebooknya, “Kita mengutuk Yahudi-Israel dengan menggunakan senjatanya sendiri yaitu FACEBOOK (facebook khan dibuat orang yahudi) heheh senjata makan tuan…” Yup, facebook salah satu produk yahudi yang bisa kita jadikan amunisi untuk melawan balik mereka.

Berikut ini adalah produk-produk yang sudah sepatutnya kita boikot (tambahan produk silahkan lihat di atas tulisan ini):

Advertisements

2 thoughts on “Kataku Terpilin

  1. saatnya bangkit tuk melawan pengaruh barat yag selama ini justru membodohi kita. mencintai produk dlm negeri sebagai salah satu cara untuk berjihad mari segera lakukan, kita harus memiliki jati diri yang kuat sebagai muslim dan dan individu yang berbudaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s