Tak Begitu Lucu. Ini Hanya Karena Rinduku Padamu..

Celingak-celinguk. Ia sedang mencari sesuatu.

“Ah, kemana perginya.” Ia menggaruk-garuk kepalanya. Waktu semakin mepet. Tiba-tiba merasa seperti Newton Ia berteriak, “Eureka!”

Apa pasal? Ternyata semacam insight muncul di benaknya. “Pakai ini saja, toh tak ada yang lihat.”

Setelah perkuliahan usai. Ia mendekat padaku. Seakan hendak menceritakan sebuah rahasia besar.

“Tahukah Kau teman. Lihat ke arah bawah.”

Seketika Aku melihat ke arah bawah. Melihat Aku bingung tak menemukan apapun, akhirnya ia berkata, “Liat kaos kaki Gua.”

“Memangnya kenapa?”

“Hehe.. Berhasil.. Lu sendiri engga ngeh ama apa yang Gua pake!”

“Apaan sih?” Aku makin penasaran.

“Liat kaos kaki Gua. Ini manset kawan!”

“Astaghfirullah.. Ya Ampun..” Aku cekikikan sambil geleng-geleng kepala.

“Emang engga aneh rasanya tuh kaki. Jari kaki ama tumit Lu apa kabarnya tuh? Emang kaos kaki Lu kemana?”

“Pada kotor. Yang bersih cuma satu dan itu engga ketemu. Dari pada engga pake kaus kaki sama sekali! Untung ada sepatu kets.” Ucapnya santai.

Hm.. Meski gokil, tapi salut ama keistiqomahanmu kawan!

*Menulis ini karena rinduku padamu. Wkwkwk.. Smoga lulus en segera jadi mahasiswi pasca sarjana yak. Amin..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s