MEMAHAMI ISYARAT-ISYARAT ATAU BAHASA KHUSUS PENDERITA AUTISTIK

Iseng membuka file-file di dokumen. Ternyata saya pernah menulis catatan ini. Catatan ini saya ambil dari sebuah buku. Buku yang mengenalkan kepada saya perihal sedikit banyaknya mengenai sosok seorang Donna yang menderita autistik. Berikut ini adalah beberapa carik kertas di halaman belakang novel yang akan mengajak kita, untuk mencoba memahami isyarat-isyarat/ bahasa khusus penderita autistik.

Memahami isyarat-isyarat/ bahasa khusus penderita autistik:

1. Mencocokan / memasangkan benda
Membuat keterkaitan diantara benda-benda. Menunjukan bahwa hubungan antara dua benda / lebih bisa terjadi. memandang depersonifikasi tersebut-melalui benda- benda- dengan cara yang paling konkret & pasti; melihat ini & melakukan hal seperti berulang-ulang memberiku harapan bahwa jika konsep tersebut mungkin terjadi, maka suatu hari ada kemungkinan aku bisa merasakan & menerima hubungan-hubungan tersebut di dalam “dunia”. Aku selalu berada didalam dunia yg terdiri dari banyak benda.

2. Mengurutkan benda & simbol
Membuktikan bahwa konsep tentang kepemilikan memang ada & memberi aku harapan bahwa suatu hari nanti, aku juga dapat memiliki sebuah tempat yg khusus & pasti; ditempat tersebut, aku juga akan selaras & menjadi bagian dari “dunia”. Mengurutkan benda dan simbol bisa juga berarti menciptakan keteraturan, dan membuat simbol- simbol yang mewakili “dunia” lebih mudah dipahami.

3. Pola
Kesinambungan. yakin bahwa segala sesuatu tidak akan berubah untuk waktu yang cukup lama sampai aku bisa meraih sebuah tempat yang pasti ditengah- tengah situasi kompleks diseputar ku. Sedangkan batas lingkaran/ garis dibuat untuk melindungi dari serangan segala hal yang hidup di luar, di dalam “dunia”.

4. Membuka & menutup mata dengan cepat
Untuk memperlambat sesuatu/ membuat mereka seperti terlepas dan karenanya tidak terlalu menakutkan, seperti potongan- potongan film. Menghidup-matikan lampu dengan cepat memiliki elemen yg serupa.

5. Menghidup – matikan lampu
Serupa dengan diatas, tetapi suara klik yang menyertainya merupakan sesuatu yang sifatnya tidak pribadi, sebuah hubungan dengan dunia luar yang bisa dipahami, seperti lonceng atau musik. Dia memberi sensasi gembira yang tidak pernah diberikan oleh segala bentuk sentuhan, dan memberikan rasa aman. Semakin terpola dan semakin mudah diduga, semakin menenangkan.

6. Menjatuhkan benda berulang-berulang
Kebebasan membuktikan bahwa berlari menuju kebebasan merupakan sesuatu yang mungkin. Secara simbolis, ini adalah kebebasan untuk membiarkan emosi-emosi yang baik menyentuh kita tanpa rasa sakit; dan kebebasan untuk membiarkan emosi- emosi tersebut keluar; dan tidak terlalu takut oleh emosi-emosi yang datang dari dalam.

7. Melompat-lompat
Melompat dari ketinggian sama dengan menjatuhkan benda berulang-berulang, meskipun lebih samar, yang merupakan ungkapan simbolis dari keinginan untuk bebas. Tindakan ini juga memberi harapan, memberi keyakinan bahwa konsep itu memang ada sehingga perasaan tersebut, meskipun saat ini hilang, secara teori merupakan sesuatu yang mungkin. melompat- lompat juga merupakan upaya untuk menyelaraskan seluruh tubuh dengan sebuah ritme, sama dengan mengayun- ayun tubuh.

8. Memindah-mindahkan kaki dari satu kaki ke yang lain
Aku selalu melihat adanya kegelapan yang menakutkan yang memisahkanku dengan “dunia”. Untuk melompati kegelapan khayalan menuju dunia yang lain, aku harus melakukan satu loncatan besar; barangkali, itu cermin dari goyangan kaki depan ke kaki belakang.aba- aba yang diberikan sebelum orang berlari: “siap, satu, dua, tiga, lari melalui kegelapan ke sisi yang lain,” barangkali bisa menggambarkan kondisiku dengan baik . Anehnya, aku selalu terlalu takut untuk melompat jika ada orang yang berusaha untuk mendekatiku. aku pernah mencoba lari gawang, tetapi membiarkan kakiku menyentuh papan rintangan karena pada menit- menit terakhir aku terlalu takut untuk melompatinya.

9. Bergoyang- goyang, tangan gemeter, membentur- benturkan kepala, menjentik- jentikan objek, memukul- mukul dagu.
Memberikan perasaan aman dan terlepas sehingga mengurangi kecemasan batin dan ketegangan yang terus bertumpuk sekaligus menurunkan rasa takut. semakin ekstrem gerakan- gerakannya, semakin besar perasaan yang harus aku lawan.

10. Membentur- benturkan kepala
Untuk melawan ketegangan dan menciptakan ritme ketukan didalam kepalakku; dilakukan jika pikiranku menjerit terlalu keras sehingga aku tidak dapat bersenandung atau mengulang- ngulang ritme yang menghipnotis yang bisa membantuku untuk tenang.

11. Menatap menembus sesuatu, seperti menatap sesuatu yang lain
Sebuah upaya untuk memahami apa yang terjadi di sampingku dengan melepaskan diri dari rasa takut dan merasakan gambaran visual secara tidak langsung. Jika aku menatap pada sesuatu secara langsung, apapun yang kulihat sering kali kehilangan dampak dan makna. Dengan cara inilah aku bisa banyak belajar di tahun terakhir sekolah dasar, meskipun guruku tidak pernah menyadari bahwa inilah satu- satunya cara untuk memahami sesuatu secara medalam. hal serupa terjadi ketika aku bermain musik. Aku kehilangan kemampuan jika aku melihat ke arah jari- jari tanganku dan memikirkan apa yang mereka lakukan. jika aku memalingkan muka dan menyetel “pilot otomatis”, maka musik akan mengalir dan aku bisa mencipta.
Segala sesuatu harus dilakukan secara tidak langsung.Aku harus secara terus- menerus memperdaya otakku sehingga dia cukup santai untuk memahami segala sesuatu.

12. Tertawa
Sering dilakukan untuk melepaskan rasa takut, tekanan dan rasa cemas. Perasaan- perasaanku yang sesungguhnya terlalu terlindungi, sehingga tidak bisa menunjukan adanya kesenangan melalui sesuatu yang sifatnya terlalu langsung, yang dirasakan dan dipahami oleh orang lain sebagai tawa. Carol selalu tertawa. Carol merupakan penjelmaan dari rasa takutku terhadap perasaan, yang dimunculkan dalam karakter yang pandai bergaul dan selalu tertawa.

11.Bertepuk tangan
Bagiku, bertepuk tangan merupakan cara yang baik untuk menunjukan kegembiraan. Tetapi, bertepuk tangan juga bisa berarti akhir-sebagai tanda bahwa suatu kegiatan atau peristiwa berakhir dan akan disusul oleh kegiatan atau peristiwa lain. Tertawa, juga bisa merupakan upaya untuk mengeluarkan diriku dari kondisi sperti mimpi yang tidak dapat dihindari
.
13. menatap ke dalam kekosongan atau menembus benda- benda, juga memutar- mutar benda atau badan , atau berlari- lari berputar- putar
Sebuah cara untuk melepaskan kesadaran diri agar bisa santai, atau untuk mengatasi rasa bosan yang diakibatkan oleh ketidakmampuanku untuk mengungkapkan diri sendiri, atau untuk merasakan sesuatu yang kulakukan. dalm arti yang lebih ekstrem, semua ini merupakan bentuk bunuh diri mental, ketika seseorang melepaskan harapan untuk mampu meraih atau dipengaruhi.

14. Merobek- robek kertas
Secara simbolis , melambangkan hancurnya ancaman akibat kedekatan. Juga sebuah tindakan simbolis yang melambangkan pemisahan dari orang lain untuk mengurangi rasa takut. Aku sering melakukanya jika kau harus mengucapkan selamat tinggal pada seseorang, seakan- akan aku secara simbolis harus menghancurkan terlebih dahulu kedekatan aku tidak merasa ditinggalkan atau kehilangan.

15.Memecahkan gelas
Secara simbolis melambangkan hancurnya tembok yang tidak tampak yang memisahkan aku dengan orang lain. Apakah ini tembok yang memisahkan pikiran sadar dengan bawah sadar?

15. Keterpikatan oleh benda- benda yg berwarna- warni dan mengilat
Berusaha memahami konsep keindahan didalam kesederhanaan. juga untuk menghipnotis diri agar bisa tenang dan santai. Kadang- kadang, benda tersebut melambangkan kedekatanku dengan orang- orang yang hidup didalamnya. benda- benda tersebut bisa diberikan oleh orang terkait, tetapi bisa juga tidak. Warna- warna khusus: biru berarti bibi linda, kancing berwarna kunig emas berarti seorang teman yang lain, potongan gelas berarti carol yang kutemui ditaman, kain kotak- kotak berarti nenek, dan seterusnya. Aku mengaitkan benda- benda tersebut dengan mereka karena benda- benda tersebut bisa menangkap “rasa” tentang mereka.

16. Menyakiti diri sendiri dan dengan sadar melakukan hal- hal memalukan untuk memicu reaksi shock pada orang lain
untuk menguji apakah seseorang benar- benar nyata. Karena semua orang dianggap tidak nyata, dan karena semua perasaan sepertinya berhenti pada sebuah titik penguji mental sebelum perasaan tersebut disalurkan pada orang tertentu, aku sering bingung, apakah seorang benar- benar nyata.

17. Mengotori diri sendiri dengan sengaja
Untukku, tindakkan ini dimulai dalam kondisi setengah sadar. Aku percaya bahwa ini merupakan dorongan bawah sadar untuk secara sadar memahami diriku, dan “kebebasan untuk menjadi diri sendiri”. Sebuah tindakan tegas untuk membebaskan diri dari kontrol yang berlebihan dengan bertindak tidak selaras dan tidak terkendali, yang dengan mudah membuat orang lain merasa jijik. Merupakan ungkapan rasa frustasi karena harus selaras tanpa memperoleh keuntungan emosional yang nyata dari keselarasan tersebut. Ini juga merupakan upaya untuk meyakinkan diriku dan untuk membuktikan bahwa orang bisa melepaskan kendali diri demi memenuhi pengharapan orang lain. perasaan yakin tentang adanya “kebebasan untuk menjadi diri”, yang diperoleh seseorang melalui tindakan ini, memberi dia keberanian untuk terus mencoba meraih keluar. aku pernah melakukan ini sekali, ketika aku sekali lagi menemukan keberanian untuk keluar dari penarikan diriku; dan meskipun sikap ini mengesalkan orangtuaku, aku harus mengatakan bahwa ini merupakan tahapan penting yang harus kulalui agar aku bisa terus berkembang. Ini juga merupakan cara simbolis untuk menjadikan lingkungan seseorang bagian “dunia seseorang”, yang merupakan langkah awal diterimanya dunia luar diluar tubuh seseorang. dari sebuah tubuh ke sebuah ruangan. dari sebuah rumah ke sebuah jalan. dari sebuah rumah ke sebuah jalan. dari sebuah jalan ke sebuah dunia.

18. Kontak fisik yang aman
kontak fisik yang aman adalah kontak yang tidak disertai ancaman untuk meraih atau memanfaatkan. menyisir rambut atau menggelitik sesuatu merupakan contoh dari kontak fisik yang aman. menggelitik lengan atas secara khusus dianggap sebagai kontak fisik yang tidak mengancam. selain itu terlalu pribadi, lengan atas juga merupakan bagian tubuh lain yang terpisah. secara sosial, dia juga kurang dihargai, dibandingkan, misalnya, dengan wajah. karena itu, menggelitik lengan atas membawa makna sosial yang kurang berarti bagi orang yang melakukannya. rambut sepertinya memiliki arti yang serupa, artinya merupakan bagian tubuh yang terpisah. Ssekali lagi, orang harus bisa membedakan mana sentuhan langsung dan mana sentuhan yang tidak langsung, sehingga orang yang disentuh tidak merasakan sensasi fisik akibat sentuhan tersebut. Jika tidak, semua sentuhan akan dirasakan sebagai hal yang menyakitkan, atau, kalaupun ditoleransi, orang yang disentuh akan menganggap dirinya terbuat dari kayu. Dengan kata lain, dia menganggap jiwanya telah meninggalkan tubuhnya sehingga dia tidak tersentuh oleh sesuatu yang orang lain dianggap sebagai sentuhan.

(Williams, Donna. 2003. Dunia Di Balik Kaca. Bandung: PT. Mizan Pustaka.)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s