Kisah milik siapa-siapa

null

Di suatu sore aku melangkah,
dan tak kusangka, aku bertemu dengan salah satu temanku, ia sering mampir dalam hidupku.
“Assalamu’alaikum kegagalan”ucapku ramah.
Aku berbincang cukup lama dengannya, kangen katanya.
Dan tiba-tiba ia bertanya,
“apakabar keraguan? Sudah seminggu aku tidak bertemu dengannya.”Tanya kegagalan padaku.
“oh, baru saja aku bertemu dengannya, sebelum kau, kami bertemu di rapat kegiatan.”jawabku sambil memandang langit.
“hm.. apa yang terjadi?”tanyanya lagi.
“yah, seperti biasa, tak hanya satu tapi banyak keraguan-keraguan disana, aku hanya bisa berusaha, meski aku benci keraguan dan tak ingin bertemu dengannya, tapi aku yakin itu adalah peluang/ kesempatan untukku memperbaiki diri. Aku tak menantangnya, tapi ia tantangan bagiku.”paparku pada kegagalan.
“bagus kalau begitu, karena kalau kau menyerah dan membiarkan keraguan menyakitimu, aku takkan segan-segan menghampirimu lagi dan lagi”
“kau tahu tidak, ketika bertemu dengan mu aku yakin bahwa Allah mengirimkanmu agar kesuksesan yang nanti kuraih akan terasa lebih manis!”
“jadi kau tak menyesali pertemuan kita?”
“insyaAllah tidak, karena aku tahu aku yang akan memutuskan apakah hari ini aku akan bahagia atau tidak. syukran kegagalan, senang berjumpa denganmu.”
“akupun senang bertemu denganmu, begitu banyak orang di bumi ini yang tidak menyukaiku, mengutukiku, dan bahkan tak dapat mengambil sesuatu apapun dari ku.”
Adzanpun berkumandang, “Allahuakbar Allahuakbar…”
“afwan kegagalan, aku harus pergi, aku tak ingin berlama-lama dengan mu, karena aku tak ingin gagal dalam pertemuanku dengan-Nya nanti, assalamu’alaikum.”pamitku.
“wa’alaikumsalam.”
Kecil-kecil Jadi Mufti
Lahir di Ghuzah di daerah Palestina. Beliau adalah imam syafi’i. beliau suka mencari ilmu meski dalam keadaan miskin papa. Beliau sering kesulitan unruk sekedar membeli perlengkapan belajar. Beliau sering mencari tulang-tulang dan mengumpulkannya dari jalan guna ditulisi di atasnya ilmu pelajaran yang diperolehnya dari belajar. Seringkali pula beliau datang ke kantor-kantor pemerintahan, mencari kertas-kertas untuk menulis catatan pelajaran yang telah diperolehnya. Ketika kemudian hari catatannya terlalu banyak dan memenuhi bilik rumahnya maka beliaupun menghafalkannya. Sejak saat itu, beliau sangat rajin menghafalkan ilmu yang telah diperolehnya. Ketika orang-orang bertanya, bagaimana cara beliau menuntut ilmu maka dijawabnya:
“Bagaikan seorang perempuan yang kehilangan anaknya, padahal ia tidak memiliki anak selainnya.”
Pada usia 9 tahun beliau telah hafal Al-Qur’an 30 juz di luar kepala. Kemudian pada usia 10 tahun, beliau sudah hafal luar kepala kitab Al-Muwattho Imam Maliki. Kemudian beliau diperbolehkan memberi fatwa pada umur 15 tahun, yang pada saat itu beliau sudah menduduki jabatan sebagai guru besar dan mufti di Masjidil Haram.

4 Hari Sekolah, Dikenang Sepanjang Masa
Ia hanya sekolah selama empat hari. Sampai akhir hayatnya ia tak bisa membaca, dikarenakan ia menderita disleksia, dimana penderitanya bisa mengenali huruf, tetapi tidak bisa merangkainya. Sehingga ia tidak bisa membaca. Di kelas ia dituduh sebagai siswa yang bodoh. Guru-gurunya sangat kesal padanya. Diajari hal yang mudah saja tidak bisa. Apalagi hal-hal rumit. Baginya, sekolah amat menyiksa. Ia merasa tak berarti apa-apa, bahkan merasa direndahkan. Guru-gurunya tidak tahu jikalau ia menderita gangguan langka disleksia. Iapun hanya bertahan empat hari di sekolah. Setelah itu ia belajar di rumah. Untungnya, ibunya sangat menyayanginya dan mengerti kondisinya. Ia pun diajari dengan sangat sabar dan telaten. Karena pada dasarnya cerdas, maka pelajaran sederhana dari sang ibu berhasil membuatnya ‘menggelora’. Ia terus mencoba hal-hal baru yang diketahuinya. Itu sebabnya ia membangun laboraturiumnya sendiri.
Banyak waktu yang ia habiskan di lab itu. Ia terus mencoba dan mencoba. Tahun berganti tahun. Iapun tumbuh menjadi peneliti yang hebat. Sampai akhirnya karya fenomenalnya lahir. Setelah perjuangan berat selama bertahun-tahun.setelah ribuan kali kegagalan yang ia alami. Ia pun menemukan masterpiece-nya. Ia adalah Thomas Alfa Edison. Sang penemu bola lampu. Ia telah membuktikan bahwa kekuatan tekad dan keyakinan telah membuatnya sukses. Bagaimana jika ia, setelah dikeluarkan dari sekolah, terus mengurung diri dan membenarkan perkatan guru dan teman-temannya bahwa ia seorang anak yang bodoh. Ia pasti tidak akan dikenang sepanjang masa. Ia akan menjadi manusia biasa-biasa saja. dan mungkin bahkan menjadi orang yang mencari dan patut dikasihani. Bukan tidak mungkin ia menjadi pengemis atau perampok.
Tapi Edison memilih hal yang berbeda. Ketika sekolah tidak lagi mau menerimanya belajar, ia berbalik arah. Ia belajar di tempatnya sendiri. Ketika sekolah memaksanya untuk belajar dengan metoda yang sama, ia memilih untuk belajar dengan metoda yang pas bagi dirinya. Ketika sekolah mengatakan dirinya bodoh, ia tidak mau menerimanya.ia buktikan bahwa ia cerdas luar biasa. Ia memang tak bisa membaca huruf demi huruf, tapi ia bisa membaca sesuatu yang lebih hebat dari itu.
Ketika Edison menemukan bola lampu, perjalanan ke sana menjadi perjalanan yang fenomenal. Cerita Edison yang gagal mencoba 10000 jenis logam untuk bola lampunya telah menjadi legenda. Ia tidak mengatakan bahwa ia gagal 10000 kali. Ia justru berkata: “saya telah berhasil menemukan 10000 jenis logam yang salah untuk bola lampu.”

Peringkat 10 Terbawah di SMP Terburuk, usia 26 Tahun Jadi Milyader
Ini adalah cerita tentang seorang anak Singapura yang dicap bodoh, namanya Adam Khoo. Sewaktu SD, seperti anak-anak seusianya, ia gemar bermain Play Station dan game-game lain di komputer. Selain nonton TV tentunya. Prestasi di sekolahnya jeblok. Ia memang tidak suka belajar dan akhirnya dikeluarkan dari SD. Ketika melamar ke berbagai SD, ia selalu ditolak. Dan pada akhirnya iapun masuk ke sekolah yang terburuk. Ketika lulus SD, ia melamar ke SMP-SMP terbaik di Singapura. Tapi enam SMP terbaik menolaknya. Dan seperti ketika ia melamar di SD, iapun hanya diterima di SMP terburuk di Singapura. Adam pun mendapat peringkat 10 terburuk di SMP terburuk itu.
Di usia 13 tahun, Adam mengikuti sebuah pelatihan. Inilah pelatihan yang merubah hidupnya. Inilah titik balik hidupnya, sehingga ia mendapat keyakinan baru. Keyakinan bahwa ia bisa sukses, bila ia menetapkan apa itu sukses, mempunyai keyakinan untuk meraihnya, dan bertindak dengan benar.
Kembali ke sekolah, ia mengumumkan tujuan-tujuan hidupnya. Pertama, ia akan mendapatkan nilai A untuk semua mata pelajaran. Kedua, ia akan masuk ke Victoria Junior College, SMA terbaik di Singapura. Ketiga, ia akan berkuliah di National University of Singapore (NUS), Universitas terbaik di Singapura. Pengumuman ini menggegerkan sekolah. Bagaimana tidak, seorang yang berada di peringkat 10 terburuk di SMP terburuk punya target seperti itu? Semua orang menertawakannya, bahkan meledeknya. Semua orang menganggapnya gila. Yah, Adam memang telah ‘gila’. Kegilaanya ini yang kemudian mengantarnya pada kesuksesan luar biasa.
Adam mulai menggunakan teknik baru dalam belajar. Ia menggunakan accelerated learning dan whole brain learning. Ia mencatat, mengingat, dan menghapal dengan cara yang berbeda. Iapun bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di kelas. Adam cuek aja ketika guru dan teman-temannya heran melihat catatan pelajarannya penuh dengan gambar. Pada saat pembagian rapor, kata-kata Adam terbukti. Nilainya A semua, dan prestasi ini terus diulanginya. Iapun menjadi lulusan terbaik. Bayangkan dari peringkat 10 terburuk menjadi peringkat 1 terbaik. Target pertama tercapai.
Adam pun mulai melamar ke Victoria Junior College dan diterima. Hal itu tidak saja menjadi prestasi bagi Adam, akan tetapi juga menjadi sejarah bagi SMP-nya. Adamlah orang pertama dari SMP itu yang berhasil masuk ke SMA terbaik. Ia mengulangi kisah suksesnya di SMA Victoria dan pada akhirnya berhasil masuk ke National University of Singapore. Bukan itu saja, ia bisa masuk ke program top 1% (Program untuk orang-orang jenius) di NUS.
Itulah Adam. Berbagai cemoohan tidak membuatnya menciut. Berbagai ketidakpercayaan orang lain tidak membuatnya surut kebelakang. Berbagai tantangan dan masalah yang datang, tidak membuatnya berhenti. Ia justru semakin bersemangat dengan adanya banyak tantangan dan masalah itu.

Allah Kabulkan Semua Impianku…
Ia adalah Danang Ambar Prabowo peraih peringkat pertama mahasiswa berprestasi tingkat nasional. Danang mendapatkan nilai tertinggi atas presentasi makalah yang berjudul “Prospek Biofuel dari Tropical Marine Microalgae untuk mengatasi Krisis Energi dan Pemanasan Global. Danang berhasil mengalahkan 15 finalis Mahasiswa Berprestasi (MAWAPRES) dari berbagai perguruan tinggi.
Berawal dari keikutsertaannya pada acara Achievement Motivation Trainer (AMT), ia menjadi terinspirasi untuk mencapai hal-hal yang menakjubkan yang semula hanya terlintas di mimpi belaka. Sang trainer pun berkata.
“banyak orang yang memiliki mimpi, namun mimpinya itu akhirnya tetap menjadi impian belaka. Alasannya adalah karena mereka menuliskan mimpi-mimpi mereka dalam ingatan saja. padahal ingatan manusia itu terbatas. Akibatnya kebanyakan dari mereka itu lupa dengan mimpinya.dan ketika ingat kembali, waktu mereka telah habis, dan hanya penyesalan yang dirasa. Ubah! Ubah cara pandang anda! Ubah bagaimana anda menuliskan mimpi-mimpi anda. Jangan menulis dalam ingatan anda yang terbatas, karena hal itu ibarat anda menulis di atas pasir. Ketika angin bertiup, hilanglah tulisan itu. Tuliskan secara nyata. Di atas kertas. Tuliskan mimpi-mimpi anda di atasnya. Tempatkan dimana anda akan sering melihatnya. Jika anda ragu… tulis saja 100 target yang ingin anda capai selama di IPB!”
“…dan nanti anda akan lihat. Bagaimana luar biasanya Allah mewujudkan setiap mimpi-mimpi indah itu, jauh lebih luar biasa daripada yang bisa anda bayangkan…tuliskan segera, dan suatu hari, yang akan anda lihat dari tulisan anda itu hanyalah coretan-coretan. Coretan karena anda telah mencapainya…”
Dan itulah yang Danang lakukan. Di atas dua lembar kertas buram, ia menuliskannya. 100 target. Target-target sederhana hingga impian-impiannya, tanpa banyak berpikir rumit, ia benar-benar menuliskan apa yang terlintas dipikirannya saat itu. Namun tak sedikit yang berkomentar, setiap kali melihat target-target yang ia tulis. Ada yang bilang ia kurang kerjaan, sombong, bahkan tidak realistis. Setelah begitu banyak komentar akhirnya Danang melepas dua lembar kertas itu dan memindahkannya di atas tempat tidur, sehingga setiap akan tidur atau bangun pagi ia bisa melihatnya. Setidaknya komentar-komentar itu tak terdengar lagi setelah itu.
Ia baru benar-benar menyadari bahwa dua lembar kertas itu kini sudah begitu usangnya…using oleh berbagai masam coretan-coretan di atasnya, dan using oleh keringat tangan setiap kali memegangnya. Tapi yang pasti, setiap ia melihatnya, yang bisa dikatakan adalah “subhanallah…Luar biasa…”apa yang telah ia tulis, yang dahulu begitu banyak yang mencemooh dan meremehkan, kini satu persatu tanpa ia sadari benar-benar terwujud.
Mahasiswa Berprestasi yang pada awalnya ia dengar dari seorang rekan dan terinspirasi dari majalah-majalah mahasiswa. Ternyata, tanpa disangka, ia bisa mencapainya, bahkan hingga tingkat nasional dan menjadi terbaik dari yang terbaik.
Dan kini ketika menatap dua lembar kertas using itu…delapan puluh tiga…ya…target nomor 83 bertuliskan “aku ingin melanjutkan sekolah keluar negeri setelah tamat dari IPB!” tapi tahukah apa yang terjadi? Belum, tamat dari IPB, ia mendapat tawaran untuk berkuliah di Jepang. Saai ini ia terdaftar sebagai One Year Short Term Exchange Student di Departement of Applied Biochemistry, Utsunomiya University, Jepang, periode 2007-2008. Subhanallah….
Yup, seorang pembelajar adalah seseorang yang semestinya meyakini bahwa sepanjang waktu hidupnya adalah laboraturium hidup raksasa. Ketika ia bertemu kegagalan, ia semestinya yakin bahwa Allah mengirimkannya agar kesuksesan yang nanti diraihnya terasa lebih manis. Ketika ia bertemu dengan orang-orang yang menyangsikannya, maka ia yakin bahwa itu adalah kesempatan untuk bisa lebih memperbaiki diri. Dan ingatlah, tak ada sesuatu apapun di dunia ini yang dapat menggantikan ketekunan. Bakatpun tidak; tidak ada yang lebih biasa dari kenyataan bahwa banyak orang yang tidak berhasil walaupun ia punya bakat besar. Jenius juga tidak; seorang jenius yang tidak dihargai lebih mirip sebuah pepatah. Pengajaran juga tidak;dunia sudah penuh dengan orang-orang berpendidikan yang lalai akan tugasnya. Kekayaan pun tidak. Ketekunan (kesungguhan) adalah penentu dari semuanya. So, yakin dan percayalah bahwa kita bisa sukses. Dan kita akan segera menjadi bagian dari siapa-siapa…. (shona ve)

Sumber bacaan:
Jannah, Izzatul. 2004. Bertualang ke Zona Pembelajar, The Way to Success. Solo: Era Eureka.
Lee, supardi. 2007. Achiever (masih muda bisa sukses). Jakarta: Pustaka Inti.
Majalah tasbih. Edisi jumadil awal 1429 H; vol. 7, No. 5.

Advertisements

6 thoughts on “Kisah milik siapa-siapa

    1. salam ukhuwah!
      jazakallah khairan atas silaturahimnya.
      mohon dikoreksi jika ada kekhilafan dalam penulisan.
      cerita dua lembar kertas usangnya telah memotivasi ana tk membuat lebih banyak lagi mimpi . meski sekarang masih belum sampai 100. he,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s